Melayu Oblong "melo" Slideshow: Wak’s trip from Pekanbaru, Sumatra, Indonesia to Riau was created by TripAdvisor. See another Riau slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.

Senin, 04 Oktober 2010

Tunjuk Gigi Melayu

Apa tanda si anak Melayu ?/ Matinya ditengah gelanggang/ Tidurnya di puncak gelombang/ Makannya di tebing panjang/ Langkahnya menghentam bumi/ Lenggangnya menghempas semak/ Tangisnya terbang kelangit/ Esaknya ditelan bumi/ Yang tak kenalkan airmata/ Yang tak kenalkan tunduk kulai...

 

Melayu penuh budi bahasa, Melayu berisi dalam seloka/ Bila Melayu mudah lupa, Akan ada Melayu berwaspada/ Bila Melayu berdengki, Akan ada Melayu yang rugi/ Luka tidak berubat mengundang parah, Kritik tidak bernasihat mengundang bencana/ Berlainan bumbung jatuh tertimpa tidak semua binasa, Satu bumbung ...satu tanah, jika roboh hancur pusaka..

 

Orang buta pergi ke kebun/ Makan longan dibekal cucur/ Janganlah kita bermain mercun/ Kelak badan pasti hancur (Haah...kalian dengar tu?)/ Jalan-jalan ke pasar/ Pergi ke pasar naik motor/ Jika kelian ingin
pintar/ Rajin-rajinlah belajar/ Jambu merah menggelinding/ Jangan marah just kidding...Wak ucapkan Selamat Hari Anak Nasional ye !

 

Berakit-rakit ke Hulu/ Berenang-renang ke tepian/ Bersakit-sakit selalu/Bersenang-senang entah kapan/ Duduk menangis si Putri Malu/ Dia bersedih disangka tertawa/ Cakap melayu terase malu/ Belacan di pinggan dibedal juga...

 

Siape cakap melayu kurang ajar/ Pastilah die tak belajar/ Siape diri mau bersabar/ Pastilah die org terpelajar/ Kita same org melayu/ Tapi jangan hati mendayu/ Kite org harus berpike maju/ Supaye di Bumi Tak Hilang Melayu...

Minggu, 03 Oktober 2010

Mathba’atul Riauwiyah, Percetakan Buku Pertama di Indonesia



Tepat di gerbang Pulau Bintan, sekitar 10 menit penyeberangan dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, terhampar sebuah pulau yang menyimpan sejuta khazanah kebesaran sejarah Melayu. Namanya Pulau Penyengat.

Dari kejauhan, pulau seluas sekitar 240 hektar ini memancarkan kemegahan Masjid Raya Penyengat, yang dibangun tahun 1832 Masehi (1 Syawal 1248 Hijriah). Masjid Raya berarsitektur rancangan konstruksi Turki dan Eropa ini tetap terjaga keasriannya meski dipugar beberapa kali. Masjid bersejarah ini tetap berdiri kokoh dan menjadi situs kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau kendati beton-betonnya hanya direkat dengan bahan kuning telur.