Melayu Oblong "melo" Slideshow: Wak’s trip from Pekanbaru, Sumatra, Indonesia to Riau was created by TripAdvisor. See another Riau slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.

Jumat, 10 Desember 2010

Mengintip Tren Bisnis Online di Riau



Bisnis online kini sudah menjadi tren di mana-mana. Tidak hanya menjadi dominasi masyarakat kota besar, tapi sudah merambah ke berbagai daerah. Termasuk di Pekanbaru, yang pelakunya kebanyakan mahasiswa. Bahkan untuk berbisnis online, mereka tidak mesti membuat situs berbayar. Tak sedikit yang hanya bermodal blog gratisan dan akun di facebook.
Fenomena ini wajar terjadi, bila mengingat pertumbuhan pengguna internet yang sangat pesat. Berdasarkan data Internet World Stats, per 30 Juni 2010 jumlah pengguna internet di dunia mencapai 1,96 miliar atau lebih dari 28,7 persen penduduk dunia. Khusus di Indonesia jumlah pengguna internet mencapai 30 juta lebih. Dilihat dari perkembangannya, selama kurun 2000-2010 pertumbuhan pengguna internet di tanah air mengalami peningkatan hingga 1.400 persen, atau kalau dirata-ratakan mencapai 140 persen tiap tahun. Angka ini diperkirakan akan naik drastis mengingat akses masyarakat terhadap teknologi informasi semakin tinggi.

Bisnis Kreativitas Ala T-shirt Melo

Mengenalkan khasanah daerah bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya dengan membuat kreasi dalam bentuk buah tangan, siapa tahu pengunjung yang datang, merasa penting untuk jadi oleh-oleh.  Kreativitas seperti ini bisa jadi peluang bisnis.

Inilah yang digagas David Alamsyah, saat ini ia mengembangkan oleh-oleh khas Riau dalam bentuk desain di kaos oblong atau T-shirt. Usahanya memang baru, tapi penetrasi pemasarannya udah merambah beberapa toko oleh-oleh khas Riau.

Kaos oblong dan T-shirt memang sudah menjadi fashion yang populer untuk anak-anak muda. Jika dikreasikan dengan menampilkan khasanah-khasanah lokal, kreativitas seperti ini yang tentu menjadi pemikat. David, sepertinya jeli melihat peluang ini. Ia membuat konsep, desain kaos oblong dengan nuansa Melayu, khas Riau. Ia beri nama merknya juga sangat lokalitas, yakni Melo, singkatan Melayu Oblong.

Minggu, 14 November 2010

Bujang & Dara Melayu


Pantun Bujang :                                                                         Pantun Dara :
"Anak bujang menjerat burung,                                      "Dara merpati boleh dipegang,
Burung didapat jadi tentimang.                                        Kalau memang tak ada induknya.
Dekat dinda sungguh beruntung,                                     Dara cantik boleh dipegang,
Apalagi tangan saling berpegang"                                    Asal tak ketahuan Emaknya !"


HARGA : Rp.140.000,- / Sepasang
(Kaos Lengan Panjang tambah Rp.20.000,-) Belum Ongkos Kirim
UKURAN : S, M, L, XL, XXL
BAHAN : Soft Cotton Combat 30's
SABLON : Rubber

Minggu, 17 Oktober 2010

Pernikahan Melayu Riau




Menurut adat dan tradisi masyarakat Melayu Riau, tahapan sebuah pesta pernikahan tak luput dari nilai dan makna yang terkandung didalamnya. Masyarakat Maelayu Riau cukup kental menerapkan nilai nilai agama Islam dalam setiap aspek kehidupannya tak terkecuali dengan setiap tahapan prosesipernikahan begitupun adat istiadat dan kebudayaannya yang harmonis tergambar dalam tiap ritual yang dilakukan pada saat upacara pernikahan berlangsung. Ada beberapa tahap dalam upacara pernikahan Melayu Riau, yaitu :

a. Pra Pernikahan
Merisik (melihat calon istri); merupakan proses awal untuk menanyakan tentang seorang gadis yang akan dilamar, terutama mengenai budi pekerti, sopan santun, apakah sudah tamat mengaji dan apakah sudah ada lamaran yang sampai padanya. Kegiatan dilakukan oleh seorang yang ditunjuk sebagai wakil orang tua pihak laki-laki, yang disebut telangkai.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Belacan..Oh Belacan



Apakah anda masih mengenal yang namanya Belacan ? Atau jangan-jangan baru kali ini mendengar nama itu hehe... Belacan disebut juga Pasta Udang/ Terasi dalam bahasa umum Indonesia (mungkin pengaruh, disebut trassi dalam bahasa Belanda).

Orang yang tinggal di Sumatera khususnya Suku Melayu, belacan sudah menjadi kebutuhan penting yang digunakan sebagai penyedap makanan maupun dimakan langsung dengan nasi (tentunya setelah dimasak terlebih dahulu). Buat sebagian orang aroma belacan yang menyengat memang tidak begitu disukai. Meskipun di beberapa daerah terasi merupakan salah satu bumbu masakan yang sering digunakan. Penggunaan belacan membuat makanan jadi lebih gurih serta memberi aroma khas yang sungguh menggugah selera.

Senin, 04 Oktober 2010

Tunjuk Gigi Melayu

Apa tanda si anak Melayu ?/ Matinya ditengah gelanggang/ Tidurnya di puncak gelombang/ Makannya di tebing panjang/ Langkahnya menghentam bumi/ Lenggangnya menghempas semak/ Tangisnya terbang kelangit/ Esaknya ditelan bumi/ Yang tak kenalkan airmata/ Yang tak kenalkan tunduk kulai...

 

Melayu penuh budi bahasa, Melayu berisi dalam seloka/ Bila Melayu mudah lupa, Akan ada Melayu berwaspada/ Bila Melayu berdengki, Akan ada Melayu yang rugi/ Luka tidak berubat mengundang parah, Kritik tidak bernasihat mengundang bencana/ Berlainan bumbung jatuh tertimpa tidak semua binasa, Satu bumbung ...satu tanah, jika roboh hancur pusaka..

 

Orang buta pergi ke kebun/ Makan longan dibekal cucur/ Janganlah kita bermain mercun/ Kelak badan pasti hancur (Haah...kalian dengar tu?)/ Jalan-jalan ke pasar/ Pergi ke pasar naik motor/ Jika kelian ingin
pintar/ Rajin-rajinlah belajar/ Jambu merah menggelinding/ Jangan marah just kidding...Wak ucapkan Selamat Hari Anak Nasional ye !

 

Berakit-rakit ke Hulu/ Berenang-renang ke tepian/ Bersakit-sakit selalu/Bersenang-senang entah kapan/ Duduk menangis si Putri Malu/ Dia bersedih disangka tertawa/ Cakap melayu terase malu/ Belacan di pinggan dibedal juga...

 

Siape cakap melayu kurang ajar/ Pastilah die tak belajar/ Siape diri mau bersabar/ Pastilah die org terpelajar/ Kita same org melayu/ Tapi jangan hati mendayu/ Kite org harus berpike maju/ Supaye di Bumi Tak Hilang Melayu...

Minggu, 03 Oktober 2010

Mathba’atul Riauwiyah, Percetakan Buku Pertama di Indonesia



Tepat di gerbang Pulau Bintan, sekitar 10 menit penyeberangan dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, terhampar sebuah pulau yang menyimpan sejuta khazanah kebesaran sejarah Melayu. Namanya Pulau Penyengat.

Dari kejauhan, pulau seluas sekitar 240 hektar ini memancarkan kemegahan Masjid Raya Penyengat, yang dibangun tahun 1832 Masehi (1 Syawal 1248 Hijriah). Masjid Raya berarsitektur rancangan konstruksi Turki dan Eropa ini tetap terjaga keasriannya meski dipugar beberapa kali. Masjid bersejarah ini tetap berdiri kokoh dan menjadi situs kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau kendati beton-betonnya hanya direkat dengan bahan kuning telur.

Sabtu, 25 September 2010

Bahasa Melayu Riau (Indonesia) Beda dengan Melayu Malaysia

Mungkin kalian semua berfikiran kalau bahasa melayu di Indonesia terutama melayu Riau sama dengan melayu Malaysia. Bahkan ada sebagian kerabat kita keturunan melayu yang lebih cenderung menyamakan bahasa mereka dengan bahasa melayu Malaysia. Tanpa mereka sadari sebenarnya antara bahasa melayu di Indonesia (Riau) dengan bahasa melayu Malaysia berbeda perkembangan.

Periode Kerajaan Riau-Lingga (abad ke-18 sampai dengan abad-19 Masehi)
Pada tahun 1719 Raja Kecil, dari Istana Kerajaan Johor, dipaksa memindahkan pusat kekuasaannya ke Ulu Riau, di Pulau Bintan, salah satu pulau yang bergabung dalam Kepulauan Riau. Pemindahan ini merupakan permulaan dari suatu periode dalam pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu, yaitu periode Kerjaan Riau dan Lingga. Dalamperiode inilah bahasa Melayu memperoleh ciri ke-Riau-annya, dan bahasa Melayu Riau inilah yang merupakan cikal bakal bahasa Nasional Indonesia yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Kamis, 23 September 2010

Hiasan Gantung Teluk Belanga

Inilah yang dinamakan Pakaian Teluk Belanga, busana asli Melayu yang digunakan oleh pria. Souvenir Kerajinan Tangan ini berupa Hiasan Gantung maupun Hiasan Tempel, dapat digunakan sebagai gantungan di mobil anda, ataupun di tempel di pintu kamar anda. Pada bagian depan baju, bertuliskan RIAU INDONESIA. Semoga buah tangan ni cocok buat anda, bila berminat hubungi kami. Selamat berbelanja Pakcik, Makcik !


 Hiasan Gantung Teluk Belanga
Prize : Rp.35.000,- (Belum termasuk Ongkos Kirim)
Bahan : Atasan kain warna emas, dan bawahan kain tenun


 Hiasan Gantung Teluk Belanga
Prize : Rp.35.000,- (Belum termasuk Ongkos Kirim)
Bahan : Atasan kain warna emas, dan bawahan kain tenun

Miniatur Perahu Lancang Kuning

Souvenir Kerajinan Tangan Masyarakat Kabupaten Pelalawan, Riau Indonesia. Bagi anda yang rindu akan kampung halaman Melayu Riau, juga para pelancong yang datang berkunjung ke Riau. Kiranya buah tangan atau oleh-oleh Miniatur Perahu Lancang Kuning ini sangat tepat untuk dimiliki. Bagi orang Melayu Riau, Cerita Legenda Perahu lancang Kuning ini sudah begitu dikenal hingga sekarang. Selain berfungsi sebagai hiasan, souveniur ini juga dapat digunakan sebagai tempat ballpoint/ alat tulis pulpen. Bila berminat, silahkan hubungi kami, Selamat berbelanja Pakcik, Makcik !


 Miniatur Perahu Lancang Kuning
Prize : Rp.50.000,- (Belum termasuk ongkos kirim)
Bahan : Kayu Meranti
Dimensi : P20cm-L10cm-T20cm
Finishing : Cat Vernish

Rabu, 22 September 2010

Yong Dollah Seniman Bengkalis


Tokoh itu bernama Yong Dollah, sering duduk di kedai kopi sambil minum kopi, orang melayu menyebutnya kahwa atau “kahwe” (dengan huruf “e”). Minum kopi sambil makan roti bakar di waktu pagi sebagai sarapan maupun di waktu sore melepas penat bekerja, bahkan terkadang di malam hari sambil kongkow-kongkow dengan teman-teman. Kebiasaan yang tak lepas dari budaya China dan Siam.

Yong Dollah adalah nama seniman/penghibur legenda yang pernah di miliki Masyarakat Bengkalis yang hidup sekitar rentang tahun 1930-1975 (tidak ada catatan sejarah yang pasti tempat dan tanggal kelahiran beliau).

Menurut beberapa sumber Yong Dollah bernama asli Abdullah (masyarakat Bengkalis biasa memberikan nama yang pendek-pendek tanpa tambahan lain seperti Atan, Bidin, Selamat, Abu, Minah, Rogayah, Timah asal kata dari fatimah,daro, siti dll.

Minggu, 19 September 2010

Idrus Tintin, Penyair dan Pelakon Tangguh Riau

"YA" Karya Idrus Tintin

Kau ajak aku pergi
Aku bilang tidak

Kau tawarkan aku ini itu
Aku bilang tidak

Kau bujuk aku macam- macam
Aku bilang tidak

Jurang menganga antara kau dan aku
Alangkah lebar

Akhirnya kau berkata
Kita akan bertemu juga akhirnya nanti
Pada suatu waktu di suatu tempat
Di ujung jalan itu
Entah bila

Dan aku bilang
Ya.




Riau - Lingga...Pusat Kesultanan Malaka Terakhir




Kesultanan Riau-Lingga adalah kerajaan Islam yang berpusat Kepulauan Lingga yang merupakan pecahan dari Kesultanan Johor. Kesultanan ini dibentuk berdasarkan perjanjian antara Inggris dan Belanda pada tahun 1824 dengan Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah sebagai sultan pertamanya. Kesultanan ini dihapuskan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 3 Februari 1911.

Black Edition

YUNG DOLLAH - MANJAT POHON KELAPO
Kode Barang : 011
Material : Soft Cotton Combed 20's
Size : S, M, L, XL
Harga : Rp 70.000,- (Belum Ongkos Kirim)


GURINDAM 12 - PASAL YANG KE LIMA
Kode Barang : 012
Material : Soft Cotton Combed 20's
Size : S, M, L, XL
Harga : Rp 70.000,- (Belum Ongkos Kirim)

Produksi 1

APA GUNA PANTUN MELAYU - APA GUNA OBLONG MELAYU ?
Kode Barang : 001
Material : Soft Cotton Combed 20's
Size : M, L
Harga : Rp 70.000,- (Belum Ongkos Kirim)


 BECAK RIAU
Kode Barang : 006
Material : Soft Cotton Combed 20's
Size : M, L
Harga : Rp 70.000,- (Belum Ongkos Kirim)

Sabtu, 18 September 2010

Membuat Usaha Kaos Oblong/ Clothing T-shirt

Kondisi untuk memulai kamu untuk membaca How To ini adalah :
  1. Pengangguran
  2. Bukan tipe pemalas
  3. Modal pas-pasan (kiriman ortu macet)
  4. Bisa design atau punya temen yang bisa design (sebaiknya bisa Corel Draw)
  5. Berdomisili di Riau
  6. Belum pernah usaha/bekerja di bidang clothing.
  7. Kamu berada di tahun 2010-2012 (where ROCK’N'ROLL is ROCK’N'ROLL)
Kebutuhan yang harus kamu punya untuk bisa menjual produk clothing kamu nanti
  1. Label
  2. tag & tag gun
  3. kain
  4. sablon & perlengkapannya 

Sejarah Kaos Oblong




Dulu benda ini yang tidak jelas siapa penemunya ini hanya dipakai sebagai pakaian dalam oleh kaum pria. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan.

T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaos oblong.

Riau Expo 2010

RIAU EXPO
01 ~ 09 AGUSTUS 2010 Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru





Jumat, 17 September 2010

Gerakan Damai Indonesia - Malaysia

foto
 Anak Marissa Haque Ikut Gagas
Unyil dan Upin Bersalaman


Anak aktris Marissa Haque yang kuliah di Malaysia, Marsha Chikita Fawzi, bersama kawan-kawannya menggagas 'Gerakan Damai Indonesia-Malaysia'. Gerakan tersebut mengambil simbol Unyil dan Upin yang bersalaman.

“Kami berharap perdamaian bisa kami jaga dan kami sebarkan secara maksimal dengan tetap menjunjung tinggi rasa nasionalisme cinta tanah yang kita miliki, ” ujar Chikita..

Menurut Chikita, gerakan tersebut digagas para pelajar Indonesia di Malaysia. Gerakan Damai Indonesia-Malaysia tercetus dalam obrolan di meja makan mengenai ketegangan antara Indonesia dan Malaysia saat ini.

Pekanbaru Expo 2010

PEKANBARU EXPO
18 ~ 22 JUNI 2010 Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru

 



Rabu, 15 September 2010

Keindahan Berpantun

Sejak dahulu, bangsa Melayu membina budayanya sendiri hingga mencapai tahap tamaddun yang tinggi, yang telah memberi sumbangan terhadap budaya dunia. Hasil cipta alam Melayu memperlihatkan corak yang cukup halus sifatnya, cukup matang dan tinggi daya fikirnya. Dari mulai hasil seni bangunan, kesenian, system social dan adat istiadat, hasil pertanian, pembuatan perahu dll.

Dan hasil budaya Melayu yang terpenting adalah bahasa, dengan bahasa kita dapat berkreasi dan berimajinasi. Bahasa ini sudah lama menjadi bahasa antar suku di Nusantara, Bahasa Melayu adalah bahasa yang molek dan melodis, dari bahasa melayu pula, diciptakannya syair – syair dan pantun.
Semua suku yang tinggal di berbagai daerah di seluruh Indonesia memiliki seni dan budaya masing – masing, namun tidak banyak yang memiliki khazanah budaya syair dan pantun sekental suku Melayu.

KAOS OBLONG SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA



Kaos oblong sekarang ini telah menjadi wahana tanda. Kaos, sebagaimana pakaian lainnya, membawa pesan dalam sebuah "teks terbuka" di mana pembaca atau penonton bisa menginterpretasikannya. Berbagai bentuk, gambar, atau kata-kata dalam kaos merupakan pesan akan pengalaman, perilaku dan status sosial.

Kaos oblong mengkomunikasikan berbagai lokasi atau identitas social, Dengan semakin tumbuhnya industri periklanan, kaos merupakan bilboards mini yang cukup efektif untuk mengkomunikasikan sebuah produk, sebagaimana mengkomunikasikan diri atau identitas.